Shalat Iftitah Tarawih

Tanya:

Mau tanya, di tempat saya, setelah isya sebelum tarawih dilakukan shalat iftitah secara berjamaah dengan bacaan tidak dikeraskan, namun jamaah tidak melakukan shalat rawatib Isya. Pertanyaannya, apakah shalat iftitah memang ada tuntunannya dalam as-Sunnah?
Yang kedua, apakah dalam setiap shalat tarawih, doa iftitah selalu dibaca atau bacaan iftitah pada shalat Isya/rakaat shalat tarawih yang pertama sudah mencukupi?

Jawab:

Dua rakaat ringan yang dilakukan oleh Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam sebelum shalat malam diperselisihkan oleh ulama tentang hakikatnya. Sebagian ulama mengatakan bahwa dua rakaat itu sebetulnya dua rakaat ba’diyah isya’. Pendapat ini yang dikuatkan oleh asy-Syaikh al-Albani.
Pendapat kedua mengatakan bahwa itu memang dua rakaat ringan sebagai muqaddimah (iftitah/pembukaan) shalat malam beliau yang panjang.
Namun, wallahu a’lam, sebatas yang saya tahu, kalaupun ini sebagai pembukaan, Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam tidak terus menerus melakukannya karena ‘Aisyah, istri beliau shalallahu ‘alaihi wa sallam yang senantiasa mengetahui shalat malam beliau shalallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengatakan bahwa beliau tidak pernah shalat malam lebih dari sebelas rakaat. Selain itu, beliau melakukannya sendirian, tidak berjamaah.
Doa iftitah atau istiftah pada shalat malam atau shalat tarawih dibaca pada rakaat yang pertama saja. Hal ini karena walaupun terpisah-pisah, tetapi pada hakikatnya rakaat-rakaat itu adalah satu rangkaian shalat.
Dijawab oleh al-Ustadz Qomar Suaidi

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

5 × 3 =